TENTANG DINASTY WANGSAWARMAN WARMANDEWA

TENTANG DINASTY WANGSAWARMAN

WARMANDEWA

 

Bersama Sultan Buton di Bau Bau

Silsilah Raja-Raja Memerintah di Muara Kaman adalah rangkaian sejarah yang panjang sejak adanya pemerintahan Kekaisaran Sunga, yang didalam catatan, List of rulers of Magadha dan Medallions from Barhut serta Sunga art in North India (Bharhut and Bodgaya) dan mengenai Asal Usul Seorang Bernama Maharaja Sri Kundungga ini tercatat dalam buku Kelana Sejarah pengkajian tentang kalender Sunda atau Kala Sunda.

Tentang Kekaisaran Sungga adalah dinasti India kuno dari Magadha yang menguasai wilayah di bagian tengah dan timur benua India. Pada taun 185 SM, Dinasti ini didirikan oleh Pushyamitra Sunga, setelah mengambil tahta Kerajaan Maurya. Ibukotanya adalah Pataliputra, tetapi kemudian kaisar seperti Bhagabhadra juga mengadakan pengadilan di Besnagar ( Vidisha modern ) di Malwa timur. Kekaisaran Sunga yang didirikan pada tahun 185 SM sampai tahun 75 SM dengan Agama Hinduisme dan Buddhisme dan setelah Kekaisaran Sunga runtuh dan digantikan oleh Dinasti Kanva Sekitar Tahun 73 Sm.

Mari Kita Selusuri Silsilah Di Masa Dinasty Maurya Dalam Pemerintahan Sri Maharaja Bhrihadrata Di Kerajaan Magadha Beribukota Dipetaliputra Di India Yang Berperang Dengan Mahasenopati Pushwamitra Yang Mendirikan Dinasti Sunga Yang Melahirkan Maharaja Agnimitra Membangun Kota Wisida Dan Keturunanya Bernama Wasuma Mitra Melahirkan, Mitroga Yang Berputra Atwanga Yang Melahirkan Kundungga Dan Radjendra Menurunkan Raja-Raja Di Nusantara. Kajian Ini Tertuang Pula Dalam Ulasan Mengenai Awal Saka Atau Kala Sunda Oleh Ali Sastrawijaya Memuat Tentang Kerajaan Bakulapura Yang Berada Di Kalimantan Timur Keturunan Dari Maharaja Kundungga. 

Pada Tahun 393 Masehi Atau 280 Caka Kerajaan Bakulapura Di Muara Kaman Diperintah Oleh Sang Maharaja Aswawarman Menjadi Besar Dan Kuat Kemudian Dilanjutkan Oleh Putranya Yang Bernama Maharaja Sri Mulawarman, Kerajaan Ini Sejaman Dengan Kerajaan Tarumanagara Di Jawa Barat, Radjanya Bernama Jayasinghawarman Gelar Maharesi Rajadhirajaguru Jayasinghawarman Gurudharmapurusa Dengan Ibu Kotanya Jayasingahapura Kemudian Menjadi Sundapura, Sang Aswawarman Beristri Dewi Gari Gelar Maharatu Sri Gari Putri Dari Maharaja Sri Kundungga.

Jadi Hubungan Darah Antara Kedua Belah Pihak Kerajaan Tersebut Sangatlah Dekat Meski Pun Jarak Sangat Jauh Memisahkan Dua Kerajaan Tersebut, Yang Dipisahkan Oleh Lautan Dan Pulau Yaitu Pulau Jawa Dan Pulau Kalimantan, Juga Waktu Itu Alat Tranfortasi Hanya Perahu, Tapi Tidak Menyulutkan Semangat Kekeluargaan Kedua Belah Pihak Dari Kerajaan Masing-Masing,  Seperti Pihak Kerajaan Salakanagara (Pada Jamannya) Dan Tarumanagara (Pada Jamannya) Dengan Pihak Kerajaan Di Kalimantan Timur Sangat Erat Sekali.

Hal Ini Dibuktikan Dengan Adanya Perkawinan Diantara Putra Mahkota Di Dua Kerajaan Tersebut, Seperti Perkawinan Atwangga  Putra Mitrongga, Mereka Keturunan  Warga Sunga Dari Magadha Yang Menetap Di Ratnadwiva Atau Kalimantan Timur. Atwangga Menikahi Kakak Dari Permaisuri Dewawarman Yaitu Putri Dari Negeri Bharata Dan Melahirkan Anak Bernama Kundungga (Yang Menjadi Radja Di Bakulapura Ratnadwivatara) Dan Adiknya Maharaja Radjendra Warman Membangun Kota Gemilang Kaca Di Campa Kamboja Sekarang.

Perkawinan  Sang Raja Aswawarman Dengan Maharatu Sri Gari Putri Maharaja Kundungga Dan Menjadikannya Sebagai Raja Kedua Di Bakulapura  Dengan  Maharaja Aswawarman Gelar Wangsakerta Adalah Putra Radja Prabu Dharmawirya Di Kerajaan  Salakanagara Berasal Dari Bharatha, Dan Mempunyai Adinda Ipar, Bernama Jayasinghawarman Bergelar Maharesi Rajadhirajaguru Jayasinghawarman Gurudharmapurusa Menjadi Raja Tarumanegara Pertama Setelah Memperisteri Dewi Minawati Gelar Iswari Tunggal Pertiwi Adalah Adik Kandung Maharaja Aswawarman Tempatnya Di Bumi Jawadwipa Yang Sekarang  Jawa Barat.

Kerajaan Di Muara Kaman Adalah Keturunan Dari Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa Ataupun Wira Cerita di katakana Bahwasanya Raja-Raja Kekaisaran Sunga Akan Menjadi Raja Dan Membangun Dinasti  Wangsa Warman (Wamsawarman) Atau Dinasti Warmandewa Menguasai Kepulauan Nusantara yang terkait dengan Silsilah Ini Di Masa Dinasty Maurya Dalam Pemerintahan Sri Maharaja Bhrihadrata Di Kerajaan Magadha Beribukota Dipetaliputra Di India Yang Berperang Dengan Mahasenopati Pusyamitra Yang Mendirikan Dinasti Sunga Yang Melahirkan Maharaja Agnimitra Membangun Kota Wisida Dan Keturunanya Bernama Wasuma Mitra Melahirkan, Mitroga Yang Berputra Atwanga Yang Melahirkan Kundungga Dan Radjendra atau Jaya Bhadravarman I (Radjendrawarman) Menjadi Raja Di Campa (Kambodia). Melahirkan Jaya Gangarajvarman I Disebut Dinasty Kandapurpura Menurunkan Raja-Raja Di Nusantara Berawal Dari India Di Magadha Sebagai Mana Bahwasanya Mahasenopati Pusyamitra Menurunkan Raja-Raja Di Nusantara.

Diawali Kaisar Pusyamitra Sunga (185 - 149 Sm), Agnimitra (149 - 141 SM) Vasujyeshtha (141 - 131 SM), Vasumitra (131 - 124 SM), Andhraka (124 - 122 SM), Pulindaka (122 - 119 SM), Ghosha (?), Vajramitra (?), Bhagabhadra (?), Devabhuti (83 - 73 SM) Yang Melahirkan Mitroga.

Rajatapura Adalah Kutanegara atau sebagai Ibukota pusat pemerintahan Kerajaan Salakanagara, yang terletak di Teluk Lada Pandeglang, Sekarang Di Provinsi Banten, dari sinilah kedelapan raja Dewawarman bertahta dan menguasai perdagangan di seluruh barat Pulau Jawa.

Dalam Uraian silsilah bahwa Kaisar Sunga Memiliki Keturunan Bernama Mitrogga Melahirkan Atwangga Memperisteri Kakak Maharani Dari Raja Dewawarman VII Yang Melahirkan : 1. Jaya Bhadravarman I (Radjendrawarman) Menjadi Raja Di Campa (Kambodia). Melahirkan Jaya Gangarajvarman I Disebut Dinasty Kandapurpura 2. Kundungga Menjadi Raja Bakulapura Di Naladwiva (Kalimantan). 3. Putri Spatikarnawa Bersuami Raja Salakanegara Dewawarman VIII Sundapurwa (Dulu Jawa Barat kini Menjadi Banten).

Mengenai Aki Tirem adalah putera Ki Srengga, Ki Srengga Putera Nyai Sariti Warawiri, Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel, Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul dari Swarnabhumi bagian selatan kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah Barat, Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer, Ki Pawang Sawer Putera Datuk Pawang Marga, Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang yang berdiam di swarnabhumi sebelah utara, Ki Bagang putera Datuk Waling yang berdiam di Pulau Hujung Mendini, Datuk Waling putera Datuk Banda, ia berdiam di dukuh tepi sungai, Datuk Banda putera Nesan, yang berasal dari Langkasungka. Sedangkan Nenek moyangnya berasal dari negeri Yawana sebelah barat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silsilah Pendiri Negara Kerajaan Pertama Di Nusantara